Rabu, 27 Maret 2013

PENTINGNYA PENDIDIKAN AKHLAK MULIA BAGI SISWA


PENTINGNYA PENDIDIKAN AKHLAK MULIA BAGI SISWA DI LINGKUNGAN SMA NEGERI 1 PREMBUN KABUPATEN KEBUMEN

MAKALAH



DISUSUN  OLEH:
(1)            ADAM PRABOWO                  (01)
(2)            DINA NURLATIFAH               (08)
(3)            DWI NUGROHO SLAMET     (09)
(4)            MARYATUN                             (19)
(5)            SEPTA SARI WIJAYANTI     (30)
(6)            SUSENO WIBOWO                  (37)


                                      
PEMERINTAHAN KABUPATEN KEBUMEN DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAH RAGA
SMA NEGERI 1 PREMBUN
Jl. Wadaslintang No.12,Prembun , Kebumen 54394
Tahun ajaran 2011/2012

i
KATA PENGANTAR


          Pendidikan akhlak mulia merupakan tugas bersama dari orang tua ,sekolah , dan masyarakat karena siswa dalam kehidupan shari-hari berada di dalam kehidupan sehari-hari berada di dalam ke tiga lingkungan tersebut sehingga pendidikan akhlak mulia di sekolah sama pentingnya dengan pendidikan akhlak mulia di rumah.
          Sekolah merupakan tempat sosialisasi yang penting dalam kehidupan siswa karena di sekolah anak belajar tentang berbagai peraturan,nilai-nilai dan kultur yang ada di masyarakat ,sekaligus menjalankan perannya kelak sebagai orang dewasa yang berakhlak mulia .
          Pendidikan akhlak mulia menengah atas hendaknya disesuaikan dengan tahap perkembangan berpikir siswa , sehingga pendidikan akhlak mulia di sekolah dapat mengokohkan minat siswa untuk berperilaku mulia. Walaupun pendidikan akhlak mulia di sekolah tidak di ajarkan pada pelajaan akademik seperti mata pelajaran tertentu,,namun pendidikan akhlak mulia sama pentingnya dengan mata pelajaran yang lain sehingga perlu digiatkan dan ditingkatkan pelaksanaannya melalui berbagai kegiatan ekstrakulikuleryang telah ada di sekolah maupun kegiatan baru yang di ciptakan bersama oleh siswa dan guru.
          Mengingat pentingnya pendidikan akhlak mulia bagi kehidupan siswa , maka makalah ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih jelas mengenai  pelaksanaan pendidikan akhlak mulia di sekolah dengan harapan agar para siswa tidak hanya cerdas intelektualnya namun juga cerdas emosional dan spiritualnya . selain itu siswa diharapkan agar mempunyai jiwa kepemimpinan dan rasa tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa ,dan siswa mampu mengembangkan kemampuannya menjadi siswa yang mandiri , kreatif dan berwawasn kebangsaan.


Prembun ,……2011


Penyusun




ii

MOTTO


(1)  Akhakmu saat ini merupakan salah satu kunci masa depanmu kelak
(2)  Jadilah orang yang cantik akhlaknya tidak ha nya fisiknya
(3)  Orang yang tidak mau belajar kehidupan sementara ia sendiri masih hidup adalah orang yang lebih miskin dari kenyataan
(4)  Akhlakmu mcerminkan kepribadianmu
(5)  Kamu tidak dapat mengembangkan kelakuan baikmu sambil barangan-angan ,tetapi kamu harus membangunnya































iii

DAFTAR ISI


HALAMAN JUDUL………………………………….…..i
KATA PENGANTAR………………………………….…ii
MOTTO…………………………………………………...iii
DAFTAR ISI………………………………………….…..iv
BAB 1 PENDAHULUAN……………………………..….1
1.1           Latar Belakang……………………….…......…1
1.2           Ruang Lingkup………………………….....….1
1.3           Perumusan Masalah…………………………...1
1.4           Tujuan dan Manfaat…………………………...2
1.5           Landasan Teori………………………………...2
1.6           Metode ……………………………………......7
BAB 11 PEMBAHASAN MATERI………………………8
BAB 111 PENUTUP ……………………………………..9
1.1           Kesimpulan……………………………..……..9.
1.2           Saran ……………………………………….....9
DAFTAR PUSTAKA …………………………………...10
LAMPIRAN………………………………………………..













iv
BAB 1
PENDAHULUAN


1.1  Latar Belakang
Kemajuan suatu bangsa dioengaruihi olehakhlak bangsa tersebut. Bangsa
yang menjunjung tinggi dan membiasakan akhlak muliadiikuti dengan penguasan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tinggi akan berpotensi menjadi bangsa yang maju di perhitungkan dalam kancah dunia. Sejarah telah megatakan bahwa kehancuran peradaban suatu bangsa ,banyak di sebabkan oleh akhlak warga negaranaya yang kurang terpuji.
          Bangsa Indonesia yang besar di bangun berdasarkan filsafah nilai-nilai luhur pancasila sebagai landasan ideology akhlak mulia. Dalam hal ini , pancasila merupakan landasan falsafah dalam kehidupan bernegara ,berbangsa,dan bermayarakat.



1.2  Ruang  Lingkup
Adalah ruang yang membatasi  penelitian dalam pembuatan makalah di lingkungan SMA NEGERI 1 PREMBUN.

Dalam penyuunan makalah ini membatasi dengan pentingna Pendidikan Akhlak Mulia bagi siswa di lingkungan SMA NEGERI 1 PREMBUN Kabupaten KEBUMEN.

Dalam penyusunan makalah ini membatasi dengan Pentingnya Pendidikan
Akhlak Mulia bagi Siswa SMA NEGERI 1 PREMBUN


1.3  Perumusan Masalah
Perumusan masalah adalah masalah yang akan  ditinjau dalam makalah ini.
Bagaimana cara meningkatkan pendidikan akhlak mulia di lingkungan SMA                                             
NEGERI 1 PREMBUN KABUPATEN KEBUMEN?




1

1.4  Tujuan dan Manfaat
Tujuan penyusunan makalah pendidikan akhlak mulia ini adalah sebagai
Berikut:
1.     Membantu guru dan pihak sekolah dalam  merencanakan ,melaksanakan,dan mengevaluasi pendidikan akhlak mulia di sekolah.
2.     Membantu guru dalam menentukan strategi maupun model pembinaan akhlak mulia yang sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan siswa.

Manfaat penyusunan makalah pendidikan akhlak mulia ini adalah :
1.     Agar para siswa taatdan patuh pada peraturan yang ada.
2.     Siswa dapat menunjukkan perilaku interpersonal sesuai tataran norma dan adat istiadat setempat
3.     Menciptakan dan memelihara perdamaian dengan menyelesikan masalah dan konflik
4.     Melksanakan tugas secara sugguh-sungguh ,serta berani menanggung konsekuensi dari sikap,perkataan , dan tingkah lacuna.
1.5  Landasan Teori
Landasan teori dalam penelitian kami, penyusun mengambil tema dengan judul “Pentingnya Pendidikan Akhlak Mulia SMA NEGERI 1 PREMBUN Kabupaten KEBUMEN”.
1.      Pendidikan merupakan setiap usaha yang di lakukan untuk memengaruhi dan membimbing anak kea rah kedewasaan agar anak cekatan dalam melaksanakan tugas hidupnya sendiri.
Pendidikan dapat di artikan sebagai kegiatan seseorang dalam membimbing dan memimpin anak menuju ke pertumbuhan dan perkembangan secara optimal agar dapat berdiri sendiri dan bertanggung jawab.
Pendidikan berkaitan erat dengan segala sesuatu yang berkaitan dengan
perkembangan manusia mulai perkembangan fisik, kesehatan,keterampilan pikirn ,perasaan ,keamanan, social, sampai dengan kepada perkembangan iman .
2.     Akhlak mulia berarti seuruh perilaku umat manusia yang sesuai dengan tuntunan Al-Qur”an dan Hadist yaitu adab sopan santun yang di contohkan dan di ajarkan Rasullullah Muhammad SAW kepada seluruh umat manusia ketika beliau masih hidup.
Secara gariis besar, akhlak mulia iti dapat dikelompokan kedalam 2 kelompok yaitu:

                                             2
1.     Akhlak kepada Allah
Akhlak mulia kepada Allah berarti mengikuti seluruh perintah yang disampaikan Allah kepada Rasul yang maha mulia Muhammad Saw seluruh perintah beliau tercatat dalam Al-Qur”an dan Hadist.
2.      Akhlak kepada ciptaan Allah
Akhlak kepada ciptaan Allah meliputi segala perilaku, sikap, perbuatan, adab dan sopan santun sesame ciptaan Allah yang terdiri atas ciptaan Allah yang ghoib dan ciptaan Allah yang nyata, benda hidup dan benda mati.
         

A.   Dasar  Hukum
Nilai-nilai yang terkandung dalam UUD 945 alinea IV dan PANCASILA
B.   Dasar Bangsa Indonesia
1.     Sila ketuhanan Yang Maha Esa
2.     Sila kemanusiaan yang adil dan beradap
3.     Sila persatuan Indonesia
4.     Sila kerakyatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan
5.     Keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia
C.   Landasan Hukum
Landasan hukum adalah suatu landasan  yang mengatur kehidupan manusia yang sesuai dengan UUD 1945 dan PANCASILA


          Nilai-nilai dri pancasila yang tersirat dalam butir-butirnya dari PANCASILA
1.     SILA KETUHANAN YANG MAHA ESA
1.     Percaya dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil.
2.     Hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dan penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda ,sehingga terbina kerukuna hidup.
3.     Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya.
4.     Tidak memaksakan sesuatu agama dan kepercayaannya.


3
2.     SILA KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB
1.     Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesame manusia
2.     Saling mencintai sesame manusia
3.     Mengembangkan sikap tenggang rasa
4.     Tidak semena-mena terhadap orang lain
5.     Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan
6.     Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan
7.     Berani membela kebenaran dan keadilan
8.     Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia, karena itu di kembangkan sikap hormat menghormati dan bekerja sama dengan bangsa lain

3.     SILA PERSATUAN INDONESIA
1.     Menempatkan persatuan, kesatuan, kepentingan, dan keselamatan bangsa dan  Negara di atas kepentingan pribadi atau golongan
2.     Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan Negara
3.     Cinta Tanah Air dan Bangsa
4.     Bangga sebagai bangsa Indonesia dan ber-Tanah Air Indonesia
5.     Memajukan  pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Binika Tunggal Ika

4.     SILA KERAKYATAN YANG DI PIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAMPERMUSYAWARATAN DAN PERWAKILAN
1.     Mengutamakan kepentingan Negara dan masyarakat
2.     Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain
3.     Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama
4.     Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan
5.     Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah
6.     Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hari nurani yang luhur



4
7.     Keputusan yang di ambil dapat dipertanggung jawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa , menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan.
5.     SILA KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA
1.     Mengembangkan  perbuatan-perbuatan yang luhur yang luhur mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
2.     Bersikap adil.
3.     Menjaga keseimbangan  antara hak dan kewajian.
4.     Menghormati hak-hak orang lain
5.     Suka member pertolongan kepada orang lain.
6.     Menjauhi sikap pemerasanterhadap orang lain.
7.     Tidak bersifat boros.
8.     Tidak bergaa hidup mewah.
9.     Tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepeingan umum.
10.                        Suka bekerja keras.
11.                        Menghargai hasil karya orang lain.
12.                        Bersama-sama bersaha mewujudkan kemajuan yng merata dan berkeadilan social.


Nilai pembukaan UUD 1945 alinea IV
Ø  Ketuhanan Yang Maha Esa, rakyat Indonesia adalah  manusia yang bertuhan, yakni berketuhanan yang Maha Esa. Secara konsekuen dan bersungguh-sungguh menjalankan perintah Tuhan Yang Maha Esa yang diyakini sebagaimana ajaran agamanya.
Ø Kemanusiaan yang adil dan beradap, rakyat Indonesia adalah manusia yang menjunjung dan menegakkan keadilan, serta melakukan manusia-manusia lain dengan  rasa hormat, tidak diskriminatif.
Ø Persatuan Indonesia, rakyat Indonesia mengutamakan persatuan semua komponen bangsa,senang bekerja sama dan bersatu, menghindarkan perpecahan, untuk memajukan Indonesia.



5
Ø Kerakyatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan, rakyat Indonersia meenggunakan cara-cara bijaksana melali musyawarah atau demokrasi yang adil di dalam pemecahan masalah.
Ø Keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia, rakyat Indonesia bahu embahu mencitakan kemakmuran yang adil, esejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

Nilai – nilai akhlak mulia
·        Jujur
·        Ikhlas
·        Rendah hati
·        Kasih saying
·        Disiplin
·        Santun
·        Percaya diri
·        Hemat
·        Pantang menyerah
·        Adil
·        Bersikap positif
·        Mandiri
·        Cinta damai
·        Toleransi
·        Pengendalian emosi
·        Tanggung jawab
·        Aktif
·        Kerja keras
·        Kerja sama
·        Kewarganegaraan



D.   Tujuan Akhlak Mulia Bagi Siswa
Agar siswa sebagai manusia dan warga Negara yang memiliki nilai-nilai budaya dan karakter bangsa, dn juga mengembangkan kebiasaan serta perilaku yang terpuji dan sejalan dengan nilai-nilai universal dan tradisi budaya bangsa yang religious.

                                                   6
E.    Manfaat Akhlak Mulia Bagi Siswa
·        Embentuk kehidupan indvidu, masyarakat, bangsa, dan Negara yang baik 
·        Untuk memperkuat pengembangan potensi siswa agar lebih bermanfaat
·        Agar siswa dapat mengembangkan perilaku yang baik sehingga dapat bersikap dan berperilaku yang mencerminkan budaya dan karakter bangsa.
·        Agar siswa dapat menyaring budaya-budaya bangsa sendiri dan budaya bangsa lain yang tidak sesuai dengan nlai-nilai budaya dan karakter bangsa secara keseluruhan.

1.6  Metode
Dalam melakukan pengamatan di seklah menggunakan metode

1.     Observasi (pengamatan ),yaitu pengamatan yang di lakukan secara lasung dan tidak lagsung
a.     Secara langsung
Pengamatan yang dilakukan secara langsung di lingkungan SMA NEGERI 1 PREMBUN
b. secara tidak langsung yaitu membaca buku .
Buku-buku yang peneliti gunakan sebagai sumber data diantaranya:“Pedoman Pendidikan Akhlak Mulia Siswa.

2.     Study Pustaka














7
BAB II
PEMBAHASAN TEORI


          Peranan dari beberpa golongan juga akan membantu mengembangkan akhlak siswa.misalnya:
Peran Kepala Sekolah /Wakil Kepala Sekolah
1.     Kepala sekolah perlu menyampaikan visi dan misi dari sekolah serta memberikan arahan agar visi misi trsebut dapat dipahami oleh semua unsure yang ada di sekolah.
2.     Kerjasama dan kesediaan untuk berdiskusi dngan guru, tenaga administrasi, siswa, orang tua, dan masyarakat juga merupakan hal penting dalam upaya pencapaian tujuan pendidikan akhlak mulia sekolah.
Peran Guru dan Pelatih  
1.     Dalam proses pembeajaran, guru dan pelatih harus dapat menjadi contoh atau model positif dalam berperilaku
2.     Mengimgat siswa usia SMA yang sedang dalam tahap pembentukan identits, maka guru dan pelatih harus dapat menjadi orang yang dapat menerima siswa apa adanya dan sekaligus menjadi “teman” bagi siswa.
Peran Siswa
1.     Dalam peran sertanya, siswa perlu terlibat secara lebih aktif dan intensif,sehingga ia dapat memperoleh manfaat yang maksimal dari kegiatan-kegiatan yang di rancang bersama antara siswa dan guru.
Peran Orang Tua dan Masyarakat
1.     Orang tua sebagai agen yang berpengaruh besar dalam kehidupan anak harus berperan serta dalam berpendidikan akhlak mulia dengan memberikan dukungan terhadap perilaku positif yang selaras dengan nilai-nilai akhlak mulia sehingga perilaku orang tua dapat menjadi model bagi siswa.
2.     Lingkungan masyarakat seperti RT,RT dan organisasi di sekitar sekolah dapat mendukung sekolah dalam  hal misalnya melalui school watch program, dalam hal ini masyarakat memberikan perhatian  terhadap berbagai program sekolah. Diantaranya pendidikan akhlak mulia.





8
BAB III
PENUTUP


1.1  KESIMPULAN
Pendidikan akhlak mulia di SMA NEGERI 1 PREMBUN sudah cukup baik. Namun masih mengalami kendala dalam hal ketertiban dan kedisiplinan serta kurangnya bimbingan rohani.
Contohnya: siswa yang kurang menghormati guru, melompat pagar sekolah di jam pelajaran,terlambat, mencuri, berbohong pada guru, dll.
1.2  SARAN
1.     Seharusnya diadakan bimbingan rohni secara berkala.
2.     Siswa seharusnya menyadari akan pentingnya peraturan yang dinterapkan di sekolah.
3.     Sekolah harus sering mengadakan penyuluhan.
4.     Meningkatkan kualitas peraturan.


Keberhasilan pembangunan sebagai media pendidikan dan pengalaman akhlak mulia di pengaruhi banyak factor. Sekolah bukanlah menara gading yang berdiri tegak sendiri, tetapi sekolah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari suatu system, suatu sosio-kultural masyarakat,suatu kondisi internal sekolah. Oleh karena itu,semuaunsur yang terlibat, semua unsure yang member pengaruh, semua unsure yang yang akan member pengaruh,semua unsure yang menjadi pemangku kepentingan pendidikan harus saling berkoordinasi untuk bersama-sama terlibat merumuskan, mendukung dan melaksanakan pembangunan yang berakhlak mulia.









9

DAFTAR PUSTAKA



          Putri Femmy Eka Kartika.2009.Pedoman Pendiknas Akhlak Mulia Siswa SMA.Jakarta:Diknas.








3 komentar: